Selasa, 10 Juni 2014

Gerabah Banyumulek




                                          L.Suriadi
Gerabah Banyumulek
Wisata Minat Khusus , Gerabah Banyumulek  dan Kain Tenun Khas NTB Sukarara adalah kerajinan tangan khas Nusa Tenggara Barat telah dilakukan secara turun temurun sejak dahulu kala
Memperlihatkan cara membuat suatu bentuk gerabah mulai dari awal dengan alat yang sederhana. Alatnya hanya berupa lempengan bulat yang dapat diputar dengan tangan. Bahan tanah liat selanjutnya tanah liat tersebut, dibentuk dengan alat pemutar ,setelah jadi dijemur dan dibakar ,selesai . Keahlian membuat gerabak ini menurutnya adalah keahlian turun temurun, sejak kecil ia telah diajarkan dan membuat gerabah.
Produk yang unik yang katanya paling banyak laku adalah kendi maling. Kendi ini bentuk dan fungsinya sama seperti kendi lain hanya saja tampak luar kendi ini lebih tinggi dan lebih eksotik dengan anyaman rotan.


Sekotong Beach


















L.SURIADI

Pulau Lombok memang sungguh kaya dengan potensi wisatanya. Diantara sekian puluh bahkan ratusan tempat dan tujuan wisata favorit, ada sebuah pelosok di Selatan Barat Pulau Lombok yang cukup menakjubkan yaitu Pantai Sekotong. Keindahan pantai dengan pasir putih yang berkilau, air laut yang membiru, dan beberapa panorama alam nan mempesona bisa dinikmati di obyek wisata ini.Pantai Sekotong berada di wilayah kekuasaan Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Obyek wisata ini cukup mudah dijangkau oleh para pengunjung dari penjuru manapun. Dari Kota Mataram (ibukota Provinsi NTB) misalnya, anda hanya menempuh waktu 1 Jam dengan jarak tempuh kurang lebih 60 Km melewati Pelabuhan Lembar. Atau dengan berputar melalui Timur Selatan Lombok Tengah menuju Selatan Barat yang berjarak kurang lebih 75 – 85 Km dari Pariwisata Selong Belanak di Lombok Tengah sana.


kesejukan kampus akpar


Untuk memperoleh keindahan yang menarik pihak akpar menampilkan lingkungan dengan sapta pesona, di lihat dari segi letak, warna, bentuk gerak atau gaya yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang sejuk lebih lengkapnya sapta pesona itu sendiri.
Sehingga saya berani menampilkan foto dari Gerbang Akpar Mataram yang  terletak di Daerah Kekalik Jaya  kec. Sekarbele  Mataram Jalan Panji Tilar Negara 99x, inilah jalan satu satunya masuk kedalam Kampus Akpar Mataram, Gerbang ini selalu terbuka untuk orang yang mau berkecimpung dibidang Pariwisata,  Akpar Mataram adalah  lembaga pendidikan terdepan dan terpercaya.
seperti  yang terlihat di foto ini setelah kita memasuki gerbang ini akan langsung terlihat pohon mahoni yang menjulang tinggi dikiri kanan jalan, dan jalan ini terhubung langsung dengan jalan yang menuju ke parkir, ruang kelas, ruang dosen, cafĂ©, dapur, musholla, pura, dan lain sebagainya, bergabung di Akpar Mataram  lebih baik. 


KAMPUS AKPAR

Akademi Pariwisata Mataram sebagai institusi pendidikan siap untuk memapah anda menuju kepada kesuksesan dalam industri Pariwisata. Nah…… Segeralah mendapatkan informasinya di kampus tercinta Akademi Pariwisata Mataram, di Jalan Panji Tilar Negara 99X tanjungkarang Mataram.
Program Studi Yang dibuka
1. Perhotelan
2. Usaha perjalanan Wisata.
Pendaptaran sudah bisa dilakukan segera…………….!!!!!!!!
Datang langsung atau menghubungi teman, saudara, atau tetangga yang mengetahui Akademi Pariwisata mataram, atau silahkan hubungi saya di nomor 087864121680
Informasi juga dapat diperoleh dengan mengirimkan e-mail ke akparmataram@gmail.com

Anda memiliki nyali untuk mendapatkan pekerjaan segera………???????
Segeralah bergabung dengan Kami, di kampus Akademi Pariwisata Mataram
Kami Tunggu Kehadiran Kalian, PARA GENERASI MUDA MASA DEPAN Sebagai insan Pariwisata


Hasil Tenun Tradisional
















Jika Anda berminat membeli hasil tenunan Desa Sukarara ini, Anda bisa memilih berbagai macam motif. Seperti motif Keker, Serat Penginang, Cungklik, dan lain sebagainya. Namun motif yang paling disukai dan menjadi ikon desa ini adalah motif “Subahnala”. Nama motif tersebut diambil dari kata “Subahanallah”. Karena ketika menenun motif ini, para penenun sering mengucapkan kata tersebut. Sebab motif ini memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi, dan diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuat tenunan bermotif Subahnala.Waaaaaaaaah kreeeeeeen niiiiiiii

Pusuk pass

Di Pusuk terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok.jalan di pusuk memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing.hutan lindung yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer di pinggir jalan. Pantas jika disebut Pusuk Pass. Jangan lupa membawa pisang jika berkujung ke Pusuk.
MONYETnya laper tuuuuchh...
wkwkwkwwkwkwkwk

EVENT Bau Nyale
















Menurut dongeng bahwa pada zaman dahulu di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan – ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan raja – raja. Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting.

Baginda mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa, amat elok parasnya. Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana pauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya.

Semua rakyat sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana yang ingin membantu rakyatnya yang kesusahan. Berkat segala bantuan dari raja rakyat negeri Tonjang Beru menjadi hidup makmur, aman dan sentosa. Kecantikan dan keanggunan Putri Mandalika sangat tersohor dari ujung timur sampai ujung barat pulau Lombok. Kecantikan dan keanggunan sang putri terdengar oleh para pangeran – pangeran yang membagi habis bumi Sasak (Lombok). Masing – masing dari kerajaan Johor, Lipur, Pane, Kuripan, Daha, dan kerajaan Beru. Para pangerannya pada jatuh cinta. Mereka mabuk kepayang melihat kecantikan dan keanggunan sang putri.

Mereka saling mengadu peruntungan, siapa bisa mempersunting Putri Mandalika. Apa daya dengan sepenuh perasaan halusnya, Putri Mandalika menampik. Para pangeran jadi gigit jari. Dua pangeran amat murka menerima kenyataan itu. Mereka adalah Pangeran Datu Teruna dan Pangeran Maliawang. Masing – masing dari kerajaan Johor dan kerajaan Lipur. Datu Teruna mengutus Arya Bawal dan Arya Tebuik untuk melamar, dengan ancaman hancurnya kerajaan Tonjang Beru bila lamaran itu ditolaknya. Pangeran Maliawang mengirim Arya Bumbang dan Arya Tuna dengan hajat dan ancaman yang serupa.

Putri Mandalika tidak bergeming. Serta merta Datu Teruna melepaskan senggeger Utusaning Allah, sedang Maliawang meniup Senggeger Jaring Sutra. Keampuhan kedua senggeger ini tak kepalang tanggung dimata Putri Mandalika, wajah kedua pangeran itu muncul berbarengan. Tak bisa makan, tak bisa tidur, sang putri akhirnya kurus kering. Seisi negeri Tonjang Beru disaput duka.

Kenapa sang putri menolak lamaran ? Karena, selain rasa cintanya mesti bicara, ia juga merasa memikul tanggung jawab yang tidak kecil. Akan timbul bencana manakala sang putri menjatuhkan pilihannya pada salah seorang pangeran. Dalam semadi, sang putri mendapat wangsit agar mengundang semua pangeran dalam pertemuan pada tanggal 20 bulan 10 ( bulan Sasak ) menjelang pagi – pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang. Mereka harus disertai oleh seluruh rakyat masing – masing. Semua para undangan diminta datang dan berkumpul di pantai Kuta. Tanpa diduga – duga enam orang para pangeran datang, dan rakyat banyak yang datang, ribuan jumlahnya. Pantai yang didatangi ini bagaikan dikerumuni semut.

Ada yang datang dua hari sebelum hari yang ditentukan oleh sang putri. Anak – anak sampai kakek – kakek pun datang memenuhi undangan sang putri ditempat itu. Rupanya mereka ingin menyaksikan bagaimana sang putri akan menentukan pilihannya. Pengunjung berduyun – duyun datang dari seluruh penjuru pulau Lombok. Merekapun berkumpul dengan hati sabar menanti kehadiran sang putri.

Betul seperti janjinya. Sang putri muncul sebelum adzan berkumandang. Persis ketika langit memerah di ufuk timur, sang putri yang cantik dan anggun ini hadir dengan diusung menggunakan usungan yang berlapiskan emas. Prajurit kerajaan berjalan di kiri, di kanan, dan di belakang sang putri. Sungguh pengawalan yang ketat. Semua undangan yang menunggu berhari – hari hanya bisa melongo kecantikan dan keanggunan sang putri. Sang putri datang dengan gaun yang sangat indah. Bahannya dari kain sutera yang sangat halus.

Tidak lama kemudian, sang putri melangkah, lalu berhenti di onggokan batu, membelakangi laut lepas. Disitu Putri Mandalika berdiri kemudian ia menoleh kepada seluruh undangannya. Sang putri berbicara singkat, tetapi isinya padat, mengumumkan keputusannya dengan suara lantang dengan berseru : “Wahai ayahanda dan ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai. Hari ini aku telah menetapkan bahwa diriku untuk kamu semua. Aku tidak dapat memilih satu diantara pangeran. Karena ini takdir yang menghendaki agar aku menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.”

Bersamaan dan berakhirnya kata – kata tersebut para pangeran pada bingung rakyat pun ikut bingung dan bertanya – tanya memikirkan kata – kata itu. Tanpa diduga – duga sang putri mencampakkan sesuatu di atas batu dan menceburkan diri ke dalam laut yang langsung di telan gelombang disertai dengan angin kencang, kilat dan petir yang menggelegar.

Tidak ada tanda – tanda sang putri ada di tempat itu. Pada saat mereka pada kebingungan muncullah binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak yang kini disebut sebagai Nyale. Binatang itu berbentuk cacing laut. Dugaan mereka binatang itulah jelmaan dari sang putri. Lalu beramai – ramai mereka berlomba mengambil binatang itu sebanyak – banyaknya untuk dinikmati sebagai rasa cinta kasih dan pula sebagai santapan atau keperluan lainnya.